ONG39 – Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, akhirnya membuka suara terkait keputusan mengejutkan yang diambilnya menjelang laga uji coba melawan Mali. Keputusan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik, terutama karena waktu persiapan tim yang semakin mepet.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang, termasuk evaluasi performa, kebugaran, serta kebutuhan taktikal tim. “Ini bukan soal mereka tidak bagus. Mereka adalah pemain yang punya potensi besar. Namun dalam persiapan menuju pertandingan melawan Mali, kami membutuhkan komposisi yang paling siap dari segi fisik dan taktikal,” ujar Indra.
Pendapat Indra Sjfari
Menurutnya, intensitas latihan beberapa hari terakhir menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan tim dengan kondisi beberapa pemain. Ada di antara mereka yang belum pulih sepenuhnya, dan ada pula yang dinilai belum cocok dengan skema permainan yang sedang diterapkan. Indra menegaskan bahwa mempertahankan pemain yang tidak dalam kondisi terbaik justru bisa berdampak negatif bagi performa keseluruhan tim.
Selain alasan teknis, Indra juga menekankan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari proses pembentukan mental pemain muda. “Kami ingin mereka belajar bahwa kompetisi di level tim nasional itu sangat ketat. Mereka harus selalu siap, baik secara fisik maupun mental. Pemulangan ini bukan hukuman, tetapi bagian dari proses pembinaan,” tambahnya.
Laga melawan Mali dianggap sebagai salah satu ujian penting bagi Timnas Indonesia untuk mengukur kesiapan menghadapi kompetisi besar yang akan datang. Mali dikenal sebagai tim dengan fisik kuat dan permainan cepat, sehingga Indonesia membutuhkan para pemain yang benar-benar siap tampil maksimal. Oleh karena itu, evaluasi ketat dilakukan untuk memastikan skuad yang diturunkan adalah yang terbaik.
Indra juga menyampaikan bahwa pintu tim nasional akan selalu terbuka bagi para pemain tersebut. Ia berharap mereka bisa kembali bekerja keras di klub masing-masing dan memberikan performa yang lebih baik di kesempatan berikutnya. Dengan demikian, keputusan ini bukan akhir, melainkan langkah awal bagi mereka untuk tampil lebih matang di masa mendatang.
Berita Sebelumnya
- Timnas Indonesi U-22 Tengah Menggelar Latihan Perdana Saat Hendak Menghadi Mali
- Prediksi Timnas U-17 Berhadapan Dengan Timnas Honduras U-17 di Piala Dunia U-17
- Timnas Indonesia U-17 Harus Bisa Kalahkan Honduras Jika Ingin Melaju ke 32 Besar di Piala Dunia U-17
- PSSI Mengatakan Bahwa FIFA Memberikan Denda Kepada Thom Haye dan Shayne Pattynama
- Timnas Indonesia Harus Berhati-hati Karena Akan Menghadapi Gelandang Andalan Brasil U-17,Yang Ini Sedang Berada di Puncak
- Kurangnya Persiapan Fisik dan Mental Serta Terlalu Terburu-buru Menjadi Faktor Kegagalan Timna U-17 Kalah Dari Zambia U-17
- Penggunaan Kartu VAR di Piala Dunia U 17 , Apa Fungsi dan Bagaimana Menggunakanannya?
- Ratu Tisha : PSSI Memerikan Target Untuk Timnas U-17 di Piala Dunia U-17 2025
- Pelatih Barcelona Ungkap Penyebab Performa Menurun, Lamine Yamal Sedang Dalam Cidera dan Menanahan Sakit Saat Pertandingan
- Setelah Gagal Lolos Ke Piala Dunia 2016,Diharapkan Jay Idzes dkk Mampu Mmembawa Timnas Indonesia Menjadi Juara Piala AFF 2026
- Radja Nainggolan : Menurut Saya Timnas Indonesia Masih Sulit Untuk Lolos Piala Dunia
- Radja Nainggolan Menyampaikan Penyesalannya Tidak Pernah Membela Timnas Indonesia dan Bergabung ke Belgia
- Christiano Ronaldo Akui Ingin Bermain Lepas Saat Bermain di Piala Dunia 2026 Nanti
- Kegagalan Timnas Indonesia Untuk Melaju ke Piala Dunia 2026 Berpengaruh ke Mentalitas dan Performa Tim
- Berhasil Perdana Alejandro Garnacho Untuk Chelsea, Tidak Kurang ingat Jalani Selebrasi Khas Semacam di Manchester United
- Barcelona Ungkap Mau Fokus Pada Lamine Yamal Yang Hadapi Penyusutan Performa






