ONG39 – Mantan pemain tim nasional Belgia, Radja Nainggolan, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan yang menarik perhatian publik sepak bola Indonesia. Dalam sebuah wawancara, Nainggolan menyampaikan penyesalannya karena tidak pernah membela timnas Indonesia, negara asal ayahnya. Radja Nainggolan mengaku bahwa jika waktu bisa diulang, ia ingin sekali mengenakan seragam Merah Putih dan berjuang bersama tim Garuda.
Nainggolan, yang lahir di Antwerpen, Belgia, pada 4 Mei 1988, merupakan pemain berdarah campuran Belgia dan Indonesia. Ayahnya berasal dari Batak, Sumatera Utara, sementara ibunya asli Belgia. Radja Nainggolan adalah salah satu gelandang tangguh di Eropa dan pernah memperkuat klub-klub besar. Seperti AS Roma, Cagliari, dan Inter Milan. Ia juga sempat menjadi bagian penting dalam skuad timnas Belgia di era keemasan mereka.
Apa Kata Radja Nainggolan ?
Nainggolan mengatakan bahwa ia didorong oleh peluang besar bermain di level tertinggi dunia saat memilih Belgia. Namun, seiring bertambahnya usia, ia menyadari bahwa membela Indonesia mungkin akan memiliki makna emosional yang lebih dalam. “Saya bangga dengan darah Indonesia yang mengalir di diri saya. Tapi saat itu, saya berpikir secara profesional. Sekarang, saya merasa sedikit menyesal karena tidak pernah membela negara asal ayah saya,” ujar Nainggolan.
Pengakuan tersebut memunculkan reaksi hangat dari para penggemar sepak bola Indonesia. Banyak yang menyambut positif pernyataan Nainggolan dan menganggap hal itu sebagai bentuk kecintaannya terhadap Indonesia, meskipun ia tidak pernah memperkuat timnas. Beberapa warganet bahkan membayangkan bagaimana kualitas lini tengah Indonesia jika Nainggolan pernah bergabung, mengingat gaya bermainnya yang agresif dan penuh determinasi.
Meski penyesalan itu datang terlambat, pernyataan Nainggolan menjadi inspirasi bagi generasi muda pemain keturunan Indonesia di luar negeri. Nainggolan sendiri kini lebih fokus pada kegiatan sosial dan beberapa proyek sepak bola di Asia Tenggara. Radja Nainggolan mengingatkan kita bahwa rasa nasionalisme tidak selalu diukur dari mana seseorang bermain. Tetapi dari bagaimana ia menghargai akar dan identitasnya. Bagi banyak penggemar Indonesia, mereka tetap menganggap Nainggolan sebagai bagian dari keluarga besar sepak bola Tanah Air.






